Postingan

Leluhur Pandawa

Gambar
Ana sawatara versi cerita bab sapa leluhure Pandawa lan Kurawa. Ana sing ngandharake yen iku Bharata, putrane Prabu Duswanta lan Dewi Sakhuntala. Mula, Pandawa lan Kurawa uga sinebut darah Bharata. Crita liya nyebutake yen kang nurunake iku Bambang Bremani, putrane Bathara Brama kang dhaup karo Dewi Srihunon, putrane Bathara Wisnu. Bremani banjur peputra Bambang Parikenan lan Parikenan peputra Manumayasa. Manumayasa iku satriya linuwih, kinasihan ing Bathara Guru.Nalika semana ngarcapada, nadyan wis akeh manungsane, kahanane durung tumata. Mula Bathara Guru ngersakake mranata kahananing para titah iku. Banjur miji para dewa. Sang Hyang Kanekaputra matur yen ngarcapada kudu ana kang mimpin. Nanging sapa?. Miturut Bathara Kanekaputra, ora ana liya maneh kejaba ya mung Manumayasa iku. Bathara Guru sarujuk, nanging isih sumelang. Yen mung Manumayasa dhewe kang ditugasi, apa bakal bisa ngleksanakake jejibahane kanthi becik?. Sawise rembugan sawatara suwene, Bathara Guru lan Kanekaputra saru...

Tatakini Lakon

Gambar
Ditya Tatakini adalah punggawa raksasa negara Alengka. Karena kesaktian dan keahliannya dalam hal menyelam, ia dan saudaranya bernama Wilkataksini oleh Prabu Dasamuka ditugaskan untuk menjaga keamanan lautan dan pantai negara AlengkaDengan kesaktiannya yang luar biasa.  Tatakini berhasil menghisap tubuh Anoman masuk ke dalam perutnya. Waktu itu Anoman sedang terbang melintas di atas samodra menuju negara Alengka, sebagai duta Prabu Rama untuk mencari kebenaran keberadaan Dewi Sinta sebagai tawanan Prabu Dasamuka.Berkat daya kesaktian Cupumanik Astagina, Anoman dapat bertiwikrama. Tubuh Anoman membesar sebesar bukit dan menjebol hancur dinding perut Tatakini. Ditya Tatakini mati seketika dengan perut hancur berantakan.

Perang Bharatayudha

Gambar
Perang Baratayudha, atau lengkapnya Baratayuda Jayabinangun, perang antar darah  Barata, merupakan salah satu dari empat perang besar yang telah digariskan dewa dalam pewayangan, selain perang Pamuksa ketika Prabu Pandu menumpas pemberontakan Prabu Trembuku dari Pringgandani dan Perang Gojalisuta, perang  saudara anak bapak, antara Prabu Bomantara alias Prabu Sitija, dengan Prabu  Kresna dalam membela anaknya yang lainnya Samba Wisnubrata, serta perang Guntarayana ketika Sang Begawan Ciptaning menjadi sraya, atas serangan Raja Hima Imantaka, Prabu Niwatakawaca, yang hendak mempersunting primadona kahyangan Jonggring Salaka, Dewi Supraba. Perang Baratayuda, perang dimana terjadi bagaimana prajurit yang maju menjadi senapati,  memetik hasil dari apa yang telah ditanam dan disisi lain meluwar janji yang pernah terucap. Dan ketika pagi merekah, berangkatlah dengan suara gemuruh lasykar besar dari Negara Wirata. Merah menyala busana barisan terdepan bagaikan semburat si...

Yuyurumpung-Ditya (Buto)

Gambar
YUYURUMPUNG berwujud raksasa berkepala ketam/yuyu. Ia adalah salah satu punggawa kerajaan Alengka yang oleh Prabu Dasamuka ditempatkan di dalam samodra. Yuyurumpung sangat sakti. Ia dapat hidup di dalam air dan darat. Ketika balatentara wanara/kera laskar Ramawijaya sedang membuat tanggul untuk jembatan penyeberangan angkatan perangnya ke Alengka, Yuyurumpung menggangu pembuatan jembatan itu dengan meruntuhkan dasar tanggul. Akibatnya, berkali-kali wadya wanara membangun tanggul, sekian kali pula tanggul runtuh oleh perbuatan Yuyurumpung. Apa yang diperbuat oleh Yuyurumpung, akhirnya dapat diketahui oleh kera bernama Pramyjabahu/Kapi Sarpacita yang sedang melakukan penyelidikan. Perang seru terjadi. Prameya yang terdesak, dalam satu kesempatan dapat melilit tubuh Yuyurumpung dengan ekornya dan menariknya ke dataran. Akhirnya Yuyurumpung mati dalam pertempuran dengan kepala hancur.

Duryudana Sekaratnya Tersiksa

Gambar
Duryudana Sekaratnya Tersiksa Setiap wanita melahirkan bayi. Tetapi tidak demikian dengan Gandari istri Destarata. Ia melahirkan segelantung daging sebesarguling. Orang bertanya-tanya pertanda apa gerangan. Bisma segera mengundang Resi Abiyasa dari pertapaan Sapta Arga guna mempermaknakan kelahiran yang unik itu. Oleh Resi daging itu dikucuri air. Ajaib daging gelantung itu bercerai-berai menjadi berkeping-keping kemudians atu pesatu berubah menjadi bayi laki-laki, satu di antaranya perempuan. Bayi pertama diberi nama Duryudana atau Suyudana, kedua Dursasana dan seterusnya hingga semua berjumlah seratus anak bayi. Sedan yang perempuan diberi nama Dusala atau Dursilawati. Sementara Pandu dari kedua istrinya, Kunti dan Madrim melahirkan lima orang anak laki-laki. Dari Kunti lahir Yudhistira, Bima dan Arjuna. Sedang dari Madrim, Nakula dan Sadewa. Kedua golongan itu masing-masing disebut Kurawa dan Pandawa dan merupakan inti cerita Mahabharata. Karakter kedua golongan itu saling bertolak...